Selasa, 21 Desember 2010

Random Though #2

Kemarin gw baru nonton Symphonesia, gw sih khusus dateng emang pengen nonton Pandji Perform doang sih...

Yang gw tunggu sebenernya bagian dy lagi gak nyanyi, jadi pas dy lagi ngomong. Pas banget itu acara 'Symphonesia' dibikin ama anak2 HI UNPAD, jadi kental nuansa politik (edukasi) yang dibawa ama Pandji malem itu. kata dy (ohmaygat gw suka banget mengutip kata2 dy) "Karena politik Indonesia itu kotor, bukan berarti kita harus benci ama politik, gak mau mempelajai politik. Semakin kita bodo soal pilitik, semakin mudah politik membodoh-bodohi kita. Ada cara yang mudah untuk membiasakan diri kita agar menjauhi korupsi, salah satunya dengan jangan pernah menyuap polisi ketika kita ditilang, dengan ngasih duit ke polisi kita telah membiasakan diri kita untuk menyuap dan membiasakan polisi terima suap. secara gak langsung kita akan berpikir 'oooh jadi segitu aja harga hukum?". Man....I love this Man.

Actually gw mengiyakan kata2 dy, dalam hati gw bilang "Yes Pandji, Thats excattly what I'm doing". Jadi ceritanya sempat dua kali gw akan ditilang ama polisi tapi dengan cerdiknya gw bisa kabur...hahhahha. Yang pertama itu gw gak tau kalo polisi nyuruh gw berenti, jadi gw lewat aja terus emang secara lampu jalan baru kuning mau ke merah (menurut kesotoyan gw), pas gw udah ngelewat temen gw bilang "Lhy, mampus lo kenapa lu kaga berenti tadi polisinya udah nyuruh minggir! buset deh" dengan santaynya gw bilang "oh iya yah? yah udah kelewat juga, masa iya gw muter balik nyerahin diri?" jad dengan acuh dan sotoynya gw kabur. Yang ke dua, di jalan Ahmad Yani, ada pembatas jalan yang gak boleh langsung dilewatin jadi harus muter agak jauh buat belok, Gw (seperti biasa gak mau repot) dalam keadaan lagi sakit perut gila2an gara2 'dapet' langsung nerobos aja pengen buru2 nyampe rumah. Biasanya emang ada polisi yg jagain, tapi gw pikir yaudahlah lagi maghrib pasti polisinya lagi solat juga, mana hujan lagi. eh ternyata, polisinya sembunyi dibelokan jadi pas gw belok doi dengan suksesnya keluar ngelambai2in tangan nyuruh minggir. Sakit perut gw tambah gila, jadi dengan pura2nya gw kasih lampu sen kiri tapi tancap gas terus ke depan. hahhahah

Yaudahlahyah...daripada gw membiasakan diri ngasih sogokan, dan membiasakan polisi nerima sogokan, mending gw Lari dari masalah....

:P

Kamis, 16 Desember 2010

World does't need more HEROES

Indonesia lagi heboh berkat TIMNAS berhasil menang melawan negara lain di ajang piala AFF.
semua orang sekarang di twitter, radio, tv, FB segala ngomongin TIMNAS. Ada temen gw yang tiba2 ngeluaarin wacana, "gimana klo Olahragawan jadi Pahlawan Nasional?". Hmmm.....

Indonesia...Indonesia. Mungkin saking jarangnya nama Indonesia terdengar gaungnya di dunia Internasional, dikit2 klo ada yang sensasional begini diwacanakan mulu. Tapi emang bahasan tentang pahlawan Nasional ini selalu hangat di Indonesia. Masih inget wacana Mantan Presiden Soeharto yang akan dijadikan Pahlawan Nasional?! Yeah, banyak banget pro dan kontra yang muncul dalam isu ini. Which is buat gw ridicoulus banget, doi udah meninggal juga (walaupun emang yg dijadikan pahlawan emang harus meninggal dulu) dan gw yakin keluarganya gak terlalu mempermasalahkan apakah nantinya Soeharto akan menerima gelar itu atau tidak, masih banyak hal yang bisa mereka banggakan dari keluarga 'Cendana' itu. Bahkan mungkin mereka lebih memilih untuk dilupakan saja termasuk dilupakan juga segala kasus korupsi, penggalapan dan pelanggaran HAM yang dituduhkan (atau bener ya? ahhaha) kepada mendiang Soeharto, ketimbang harus diingat2 sebagai Pahlawan dengan segala pro dan kontra yang menyelimutinya.

Balik lagi ke wacana, "Gimana klo Olahragawan dijadikan Pahlawan Nasional?". Well, menurut gw ini juga agak menggelikan. Muncul satu pertanyaan dalam benak gw 'Setelah disebut Pahlawan, lantas apa?'. Tanpa merendahkan olahragawan ya, tapi jujur aja gw merasa ada yang belum jelas disini mengenai paradigma yang menyelimuti kata PAHLAWAN itu sendiri. liat aja TKI yang disebut PAHLAWAN DEVISA, nasibnya gitu2 aja, tertindas dan tidak terlindungi malah. Gw juga sedih melihat pemberitaan di media (TV One terutama) yang terlalu mengeksplore TIMNAS dan segala latar belakang pemain2nya yang gak penting (dari pacar Irfan Bachdim yang pacaran sama cewek Jerman keturunan Indonesia yang mukanya agak Cina dan Gonzales yang jadi muallaf), berita2 ini malah menutupi berita mengenai kasus penyiksaan TKI diluar negeri. SBY yang tadinya aktif berpidato soal penanganan dan usaha pemerintah memulangkan TKI2 ini malah sibuk bikin naskah pidato nyemangatin TIMNAS hampir tiap hari. *sigh

Sekarang mari kita lihat guru, mereka mendapat gelar PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Lucu gak sih gelar itu?
menurut gw sih lucu (well, gw lagi ngegaring). TKI dan veteran perang yang jelas2 mendapat gelar PAHLAWAN saja nasibnya terlantar gak dilirik sama sekali, apalagi yang gelarnya PAHLAWAN TANPA TANDA JASA!!! Ngak heran susah menemukan HEROES di Indonesia.
:))
Actually, the real heroes is someone who voluntary to do something for common good. Bukan untuk diingat, diceritakan kepada anak cucu atau bahkan ditulis dibuku sejarah yang bakal dihafalin ama Anak SD sampe SMA yang nantinya bakal keluar diujian.



Everybody is a Hero for their family, friends, nation and of course their self.
Nasional-Is-Me. what about you?

Selasa, 23 November 2010

Pandji Pragiwaksono



Man...
Dari kecil gw udah ngefans ama banyak artis. Selain artis cilik bangsanya Trio kwek-kwek dan lain2, artis yang gw demenin sampe gw kumpulin segala macemnya waktu SD kelas 6 tuh Shane Westlife. Banyakan artis yang gw suka emang bule sih. Gak ada deh artis Indonesia yang gw gilai, tapi kemudian waktu SMA gw yang gak pernah dengerin radio seumur hidup gw dari dulu karena berfikir bahwa radio itu tempat orang2 gak ada otaknya, maklum waktu SMP sampe SMA temen2 gw tuh yang suka keranjingan request2 lagu ke radio, kirim2 salam centil, nongkrong2 di radio yang katanya gaul, kenalan ama hostnya. mereka menganggap announcer ini keren bgt, padahal menurut gw mereka biasa aja, cuman bacain sms kita dan muterin lagu aja udah dibilang keren!

Tapi kemudian 'Tiba2' tanpa direncanakan waktu gw kelas 2 SMA, gw iseng dengerin radio dari HP. Semua frekwensi gw coba dengerin satu2, biasalah radio isinya lagu, request, dengerin 99,ers FM ada akay yg lagi baca sms orang dengan nada bancinya, sampe akhirnya frekwensinya berhenti di 87,7 Hard rock FM. Gw inget banget kamis malem jam 8, hard rock FM Bandung Streaming ama Hard Rock FM jakarta buat acara Provokatif Proaktif, announcernya Pandji Pragiwaksono.

Gw dengerin sekilas suara Pandji cool abis, mateng dan bulat banget. Gw lupa tema apa yang waktu itu dibahasa, tapi setiap kali shownya selalu buat gw mikir abis dengerinnya. Ada disatu kesempatan dy cerita soal keterlibatannya sebagai pengisi acara di Java Jazz 2008. Jadi ceritanya siangnya dy sempet diundang gitu ke sebuah radio buat interview sekalian promosi Java Jazz. Announcer Radio itu nanyain gini, "Mas Pandji ini dikenal sebagai musisi yang melegalkan pembajakan, malah mas Pandji sendiri menyediakan di websites sendiri agar album mas Pandji bisa di download secara gratis dan bebas, kenapa? bukan kah itu gak sesuai dengan hukum dan merugikan bagi musisi2 lain juga secara gak langsung?" dan dengan coolnya dy jawab "Saya bermusik untuk didengarkan, sekarang bayangin kalo musisi2 albumnya harus dibeli semua, gak semua orang punya kemampuan untuk beli kacet dan CD original, apa yang terjadi ketika mereka konser? siapa yang tau lagu2nya? siapa yang aka ikut nyanyiin lagu mereka? semakin banyak orang tau dan hafal lagu mereka, semakin banyak Event Organizer yang mau ngundang Band itu. Kita biacara realitas aja, dengan banyaknya RBT, saya rasa musisi2 sudah tidak boleh mengandalkan pendapatan dari penjualan album lagi lah. Selain itu kenapa engak sih musisi ikut meng-edukasi masyarakat. Lihat saja sekarang semakin banyak orang yang kenal musik Jazz (beberapa yang ringan) seperti Tompi, Maliq and D'Essential, dan lain2. Dengan harga yang terjangkau dan mudah orang jadi tau. Jazz bukan lagi konsumsi kelas2 tertentu, sekarang semua orang akrab dengan Jazz. Saya harap yang kita lihat itu lebih ke sisi positifnya, bukan untung rugi secara finansial saja".
Gw yakin announcer yang nanyain pertanyaan itu, gak kenal siapa yang dy hadepin.

Di episode2 yang lain, Pandji gak pernah berhenti mempesona gw, seriusan!
Dy bukan cuman merubah beberapa pola pemikiran gw ketika melihat sesuatu, tapi dy juga membuka mata gw, Radio itu bukan cuman tempat orang gak berotak yang kejaannya bacain requestan orang. Jadi seorang Penyiar, lo harus bisa membuat pendengar lo belajar tanpa dy sadari. Susah emang...dan Padnji, He just great at it.

Hal yang menurut gw gak dimilikin sama banyak orang adalah kemampuan Pandji berpikir diluar apa yang menurut orang benar, sesuatu yang sudah diterima masyarakat sebagai sebuah kenyataan umum sering bisa dipatahkan ama dy tentunya dengan fakta dan argumen2 dy yang menarik. pernah dy membahas mengenai kontroversi kenapa pemerintah melegalkan minuman keras dijual, sedangkan Shabu2 di illegalkan. padahal kalo dilihat akibat dari penggunaannya, ketika seseorang mabok minuman, keinginan untuk merusaknya menjadi besar akibat dari adrenalin yang juga meningkat, sedangkat klo pengguna Shabu2 atau mariyuana, ketika sedang dalam kondisi High, penggunanya justru terduduk diam menikmati fantasy barang tersebut, sambil ketawa2, intinya mereka sama sekali tidak melakukan pengrusakan kecuali merusak diri sendiri dan ini juga yang didapat orang lain yang mengkonsumsi minuman keras. Tapi kenapa Minuman keras dilegalkan tapi Shabu2 tidak?! Pandji tetap menekankan bahwa sebetulnya kedua barang ini emang tidak baik bagi penggunanya kok.

Cara penyampaian Pandji yang (menurut gw) tidak nampak menggurui membuat orang gak merasa terintimidasi, intinya gw sangat menikmati mendengarkan dy. ;)
bagi gw, dy dewa banget deh. bisa membawakan hal2 ringan yang sudah diketahui orang secara umum, tapi dikupas dan dilihat dari sisi yang berbeda dan membuat hal itu patut untuk dibicarakan.
Pandji is the one who encourage me to entering broadcast at the first place.
Believe or not, dulu waktu gw dengerin dy, gw sampe pengen masuk hard rock FM, pengen nerusin jadi host acara ini. hahhaha, hope it would come true one day.

Gw baru pertama ngefans ama artis, sampe2 gw jealous ama pasangannya. Ini yang terjadi dengan ngefansnya gw ke Pandji, Gw sampe nge-add istrinya Gamila Mustika Burhan saking gw penasaran kayak gimana sih istrinya, dan gw sadar No Wonder Pandji milih Tika (nama on air dy di Hard Rock FM nama acaranya Powder Room), dy cantik dan pintar. Gw sempet beberapa kali dengerin dy siaran tapi gak nyangka itu istri Pandji.

Sumpah gw ngiri banget ama Tika. Imagined, berapa lagi cowok pintar, berdedikasi, dan Independent, left on this earth?! I'll kill for this Guy *hahhah psycho

The Amazing Jaka

Jaka itu nama orang.
bukan Jaka Tingkir, Jaka Tarub, Jaka Sembung bawa golok apa sih gak nyambung. Bukaaaaaaan!
Namanya Jaka, cuman jaka. Namanya sempet bawa masalah di airport Singapore gara2 dikira nama palsu ama petugas bandara. Ceritanya mereka liat nama di passportnya yang cuman Jaka. Dy ditanyain "so your nama is JAKA from JAKArta?!" jaka menjawab polos "iyes Sir". si petugas manggut "hm...fine name". But it's not fine actuallly, jaka diperiksa sekitar sejam, sementara anak2 yang lain gak sadar kalo dy ilang akibat lagi hectic meriksa bagasi. Pemeriksaan jaka berakhir dengan interogasi panjang dan cap gede di passportnya yang menyertakan syarat2 kunjungannya yang tidak boleh lebih dari 1 bulan, jumlah uang yang boleh dy bawa, dll.

Lain cerita kala di UNPAR
kita berdua (Gw dan Jaka) lagi berjalan melintasi lorong fakultas hukum. Tiba2 dari arah belakang ada cowok yang nyiul2in kita, beneran ini kita yang disiulin yakin banget bukan kepedean. Gw sih santay aja, walaupun agak risih juga lama2, jadi jalannya dicepetin. Siulan terus aja makin gila, bahkan ada yg manggilin 'Yuslan...', gila tau dari mana nama bokap gw?! Perasaan itu muka anak2 baru 2010 semua.
Jaka ternyata lebih risih lagi dari gw, dy langsung ngeliat ke arah gw dan langsung ngomong dengan nada yang gak bisa dibilang kecil juga. Dy bilang gini "Eh Lhy, ini kita di UNPAR kan bukan di UNPAS?! kok gw berasa terkepung alay UNPAS?!" buahahhahaha gw langsung ketawa sejadi2nya.

Beda Setting lagi, kali ini di tempat makan.
Jadi disitu ada 3 orang, Gw, XXX (cewek), Jaka. kita lagi curhat2an gitu ceritanya. Nah waktu itu ceritanya gw masih jomblo gitu, XXX juga Jomblo, jaka juga (kita bertiga jomblo). Nah XXX minta dicariin pacar ke kita, kata Jaka dari pada dy nyariin buat XXX mending buat dy dulu aja, kata gw jadi jomblo tuh enak tau, gw aja masih betah nih Jomblo.

Jaka: Yaelah, yaiyalah lu jomblo Lhy, emang ada yg mau ama lo? yg itu gimana tuh yg kemaren...
Lhya: Ah lagi males gw ntaran aja. Udah lewaaaat....
XXX: Eh gak boleh gitu loh Lhy, lu bayangin aja ya, perbandingan cewek:cowok itu 1:4! lu lepas tuh cowok masih ada 3 cewek lagi yang bersedia nampung tuh cowok, gw salah satunya, kita sama2 jomblo kan...
Jaka: Iya Lhy, saingan lo belom termasuk gw, bisa-bisa 6:1 saingan lo!

Gw ngakak sejadi2nya, tapi kemudian gw diem, bener juga apa kata Jaka.

Senin, 22 November 2010

Random Thought #1

Tiba-tiba ada seseorang yang curhat mengenai kenakalan hidupnya, gimana dia menjadi peminum parah, main cewek, dan tindakan-tindakan lain yg gak manusiawi klo gw ceritain. Terus diakhir ceritanya dy bilang gini "walaupun gw nakal gini, orang tua gw, sodara gw, tetangga gw gak ada yang tau. Berat jadi gw, orang gw tua haji dan punya nama. Itu membuat gw harus ngejaga nama mereka. someday gw bakal tobat demi mempertahankan nama baik, nama baik itu gak mudah dijaganya". serta merta orang ini bikin gw muak. Dalem hati gw menghujat "Oh hidup lo berat?! Jadi menurut lo karena lo anak haji jadi lo berkewajiban buat berlaku selayaknya anak baik2?"

Terus apakabar gw dan milyaran anak2 lainnya diluar sana yang orang tuanya bahkan belum nyium bau mekah? Apa status kami yang bukan anak 'siapa2' membuat kami bebas melakukan hal apa saja?.

Klo menurut gw, Orang yang bukan siapa2, tidak punya tanggung jawab kepada siapa2, tidak memiliki kewajiban untuk berbuat dan berlaku baik justru lebih berat konsekwensinya. Dy tetap berbuat baik walaupun gak ada yang ngingetin. Dy berbuat baik walaupun sejujurnya dengan dy berlaku tidak baik pun gak ada yang peduli, paling orang hanya akan bilang 'Oh yaudahlah dy bukan siapa2...'

Bayangkan klo orang yang notabene 'siapa2' kalo dy mau melakukan sesuatu yang buruk pasti ada sekelebat pikiran 'inget klo kamu begini, nanti orang bilang apa ama keluarga ...'.

Really hard to be ordinary, not because we don't have to do anything but because we have to poof that we more than ordinary.
;)

Sabtu, 13 November 2010

Argue On Feminine

wanita dan hidupnya yang simple.
wanita dan mimpinya yang sederhana: Mimpi bertemu pangeran tampan, berdandan seolah hanya fisik yang mereka punya, akhirnya menikah, punya keluarga, jadi ibu rumah tangga, titik.
what a dream?! It's not even a dream.

lebaran 2010 kemarin waktu gw pulang kampung, seperti biasa orang tua gw selalu membiasakan keluarganya untuk silaturahmi ngelilingin satu RT buat salam2an sejenis silaturahmi tapi durasinya lebih pendek. Mungkin sekalian juga ajang buat ngingetin ke tetangga2nya kalo anak gadisnya ini dikirim ke Jawa buat sekolah bukan dijadiin TKW. hahha. abis baru 2tahun gak balik aja udah diheran2in ama warga se RT!

satu kejadian yang cukup bikin gw syok adalah ketika bersilahturahmi dirumah salah satu tetangga gw. Keluarga ini punya 2 anak gadis, yang paling gede seumuran gw pernah satu SMP dulu dan yang kedua seumuran adek gw setahun lebih muda. awalnya gw denger dy udah nikah dan punya anak tapi berita secara audiovisual itu efeknya emang beda kalo lihat secara langsung. begitu lihat temen gw ini dalam keadaan tergopoh2 menggendong anaknya bikin gw syok, bukan cuman sampe disitu tiba2 ada suara adeknya dari belakang manggil nama gw, begitu gw noleh nampak adiknya ini sedang menggendong anak juga yang kelihatan semuran dengan anak kakaknya. dalam hati gw udah tau apa yang terjadi didepan gw, tapi tetep aja gw nanya "Anak siapa nih Rin?" dan dengan cepatnya dy jawab "anak gw dooong!" Gw cuman bisa senyum bego sambil main2in tangan anaknya. dari arah belakang muncul seorang laki2 tanggung sambil membawa sepasang sepatu untuk makhluk mungil mereka. Ririn ngenalin dy sebagai suaminya yang belakangan gw ketahui masih merupakan mahasiswa semester 5 di sebuah universitas.

Gw ngeliat mereka sambil tersenyum tapi otak gw berpikir, di usia mereka yang baru menginjak kepala 2, mereka sebenernya tau gak sih ama apa yang mereka lakukan?!
gw gak ngomong sompral atau apa. Tapi di umur 20an?! banyak banget yang harus dikejar, harapan, cita2. kayaknya mata kita tuh baru kebuka diumur ini. Klo menurut gw umur2 sebelumnya masih didominasi oleh kenaifan, kelabilan, dan segala sesuatu yang sifatnya jangka pendek.



Romance never be my thing.
Buat gw romantisme itu hanya hidup dihayalan. Gak percaya? kamu pikir kenapa film2 kayak Twilight saga, notebook, de el el itu laku dipasaran? orang2 rela antri beli novel2 picisan karangan Stepnenie Meyer itu dengan alasan yang sama ketika mereka antri beli novel Harry Potter karya J.K. Rowling. Kedua novel itu sama, sama2 menyajikan fiksi yang tidak dapat kita temui di dunia nyata. Klo emang romatisme itu ada dikehidupan nyata, novel2 ini gak akan laku dipasaran, gak ada yang rela antri bioskop cuman buat liatin Edward Cullen ciuman ama Isabela Swan.

gw inget dulu ketika awal2 mulai bersentuhan dengan dunia 'Cinta Monyet'. masa dimana temen2 cewek gw lagi centil2nya saling memanggil pacarnya Ayah-Bunda, kayak mereka udah pasti bakal merit aja. Hebohnya lagi nih klo ada yang dikasih cincin ama pacarnya, wah gila seharian bisa ngomongin pacarnya mulu, ngomongin nikahannya bakal gimana, digedung mewahlah, dekornya serba putih lengkap dengan bunga2, bulan madu kemana, pengen punya anak berapa, tetek bengek yang cuman nunjukin betapa simplenya hidup yang mereka inginkan. Sementara gw, gw mikirin akan kuliah dimana, mau keliling dunia dulu, pengen punya jabatan apa. Yah gak muna sih, sempet juga gw berpikir ke arah itu, tapi lebih kek ‘apa yang harus gw dapet atau lakukan sebelum gw bersedia masuk dalam sebuah komitmen jangka panjang’.

Beberapa dari cewek yang men-share mimpi tentang pernikahan impian mereka kepada gw itu akhirnya memang ada beberapa yang sekarang udah merit. Tapi pernikahannya lebih dikarenakan faktor 'kecelakanaan', yang ujung2nya acara nikahannya dilakukan secara sederhana dan tertutup. Bayangan akan pernikahan impian yang dulu sempet diceritain ke gw pun bahkan seperti tidak pernah terhembus ditutupi oleh rasa malu dan kenyataan 'tidak ada pilihan lain lagi' selain cepat2 dinikahi sebelum brojol.

Bayangin, mereka ngorbanin mimpi mereka mendapatkan impian mereka hanya untuk sebuah kehidupan sederhana, menjadi ibu muda, ngurusin suami dan bereproduksi. Gw gak mengunderestimate wanita-wanita seperti ini. Gw sangat menghormati wanita, wanita dengan sisi lembutnya, kelemahannya ketika dihadapkan dengan maskulinitas, dan kompleksitasnya. Bahkan gw pernah mutusin cowok yang udah gw pacarin lama karena menurut gw dy gak ngehormatin cewek lain (apasihcurcol).

Gw baru buat paper NGO soal pemberdayaan wanita. Disitu gw menjelaskan mengapa perlu ada organisasi yag berdiri dipihak wanita dan kenapa mereka harus dibela. Salah satu yang menurut gw memang menjadi kelemahan dari pemberdayaan wanita adalah karena mereka sendiri memberika ruang dan kesepatan untuk diperdaya. Ini udah biasa dibudaya semua negara didunia. Di Indonesia dimana wanita sudah dikodratkan untuk berakhir didapur, laki2 lebih diprioritaskan untuk mendapatkan pendidikan dan fasilitas lain. Di India, wanita yang janda harus mencukur habis rambutnya dan memberika rambut tersebut kepada kuil yang kemudian dieksport ke Amerika untuk dijadiin hair ekstension atau wig (India adalah pengeksport rambut terbesar didunia) dengan harga tinggi, sementara mereka hidup dari meminta2 dari satu rumah ke rumah lain. Di Afrika, wanita harus berjalan 10 KM bolak balik melintasi gurun untuk mengambil air bersih bergalon2 sementara kaum laki2 bercengkrama, terkadang mereka diperkosa atau dibunuh oleh suku lain di tengah perjalanan, sampai2 PBB membuat satu tim khusus demi mengawal wanita2 ini mencari air. Sayangnya, sekeras apapun pasukan paling kuat di dunia berusaha menjaga wanita2 ini, tidak akan ada gunanya apabila mereka sendiri memberikan kesempatan untuk deperdaya dan digunakan semena-mena.

Yang lucu, gw punya beberapa temen model. gw sempat iseng gitu nanya ke mereka. "setuju gak sih lo kalo ada orang2 yang beranggapan kalo model cantik itu gak punya otak?" dan jawaban yang dia kasih "Gw punya otak kok, gw hanya gak perlu menggunakannya". Jackpot!

sejujurnya, Life is quiet easy for those who have such a beauty appearance. Klo penyihir butuh tongkat sihir dan mantra ajaib, maka cewek punya senyum menawan dan kata2 manis buat mendapatkan apapun yang dy inginkan. Tapi masa sih cewek2 ini seneng setiap dy cerita "Eh gw berhasil ketrima disini loh" atau "Gw dapet kontrak dari perusahaan ini loh padahal kata orang2 PR nya jutek banget" trus dapet tanggapan kayak gini dari orang yang lu ajak ngomong "yaiyalah, lu kan cantik dy pasti suka ama lu". gak enak kan...
Yang pengen didenger itu adalah bahwa emang si wanita ini berhak ngedapetin itu karena emang dy capable dalam bidangnya, bukan karena tampilan fisiknya doang.

Women is something behind their look.

Rabu, 20 Oktober 2010

not In the mood

pengen banget nulis tapi gak dapet ide.
abis makan chiz yang biasanya slalu bikin perasaan seneng tapi malah bete gara2 diliatin foto 'aneh'.
pengen ke BSm beli J-Cool tapi uda tutup, Alfamart juga udah tutup, pengen es krim.
Zzzzz harusnya belajar sih.
tapi yang ada diotak gw:




harusnya tuh ada toko yang buka 24 jam dan menyediakan makanan2 kayak gini, khusus buat orang yang suka random dan moodyan. One day yah gw bakal buat toko yang isinya makanan kesukaan gw semua, tapi bukanya khusus buat gw aja. hahha

Rabu, 06 Oktober 2010

I Vote Faith for Happiness

Pernah mempertanyakan keberadaan Tuhan?
Boro2, mending mikirin tugas yang belom kelar2, mending waktunya dipake buat nyari duit ngasih makan keluarga daripada buat ngerenung mikirin Tuhan, Tuhan aja belum tentu mikirin kita!
Ini merupakan hasil Interview gw ketika melakukan eksplorasi terhadap tingkat 'Ke-ber-Tuhan-an' masyarakat untuk memenuhi mata kuliah Katolik disemester-semester yang lalu. Subjeknya adalah Seorang pemulung dan mahasiswa teknik. Gw dapet C sih untuk mata kuliah ini, selain karena cuma semangat waktu bikin tugas eksplorasi, tapi gak niat waktu UAS, maka gw berakhir dengan nilai C! Untunglah kata bokap, gw gak perlu mengulang dan semakin mengkristenisasi diri gw lagi. Tapi karena gw rajin, gw mau benerin lagi tapi mau ngambil Fenom, mudah2an aja gw gak berakhir sebagai Atheis setelah ngambil kuliah itu.
hahaha

Pernah gak sih ngerasa pengen banget nyerita (curhat) ke orang tentang masalah kita, tapi gak bisa menemukan teman yang tepat untuk bercerita karena orang yang kita ajak untuk mendengarkan curahan hati kita biasanya malah lebih banyak bicara dan memberikan pandangannya terhadap apa yang kita hadapi, sehingga baru aja kita bicara satu kalimat, dia sudah menimpali dengan satu paragraf. Padahal yang kita butuhkan itu seorang pendengar, bukan komentator.

Pernah gak sih dapet masalah yang besar, kita gak tau bagaimana harus ngehadepinnya. Kita gak tau siapa yang bisa diandalkan dan diminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah ini saking beratnya, lantas kita memutuskan untuk duduk ditempat ibadah, dan berdoa kepada Tuhan agar dibantu dan diberi kemudahan dalam menghadapi masalah, padahal kita bukan orang yang religius dan bahkan kita sendiri tidak yakin akan eksistensi dari Tuhan itu sendiri.

Entah bagaimana menjelaskan proses yang terjadi disini, tapi sekuat apapun manusia mengingkari adanya Tuhan, mereka secara sadar atau tidak, ketika dihadapkan pada masalah yang tidak dapat tertangani mereka akan berharap akan datangnya tangan-tangan yang tidak kelihatan (Invisible Hands, kayak di ilmu ekonomi) untuk turun dan menyentuh mereka dengan sedikit kejaiban.

What's wrong with me? di post sebelumnya gw ngomong soal politik, sekarang gw sok berfilosofis sedangkan gw gak pernah ikutan kelas filosofi (padahal pengen tapi telat daftar mulu). ngak, gw gak akan bahas soal Tuhan, cinta, filsuf, ngak!

Gw baru nonton lagi film The Invention of Lying.
The Invention of Lying adalah film tentang sebuah kehidupan modern yang tidak mengenal Kebohongan, bahkan gak ada yang namanya fiksi, rekaan atau efek. Semua yang ditampilkan oleh manusia merupakan apa adanya yang ada dipikiran mereka. nah di dunia tanpa kebohongan ini ternyata hanya ada satu manusia yang dapat melakukan dan mengucapkan kebohongan. Masalahnya semua yang dikatakan oleh dia, akan serta merta dipercaya oleh orang-orang disekitarnya. Awalnya dia mulai dengan kebohongan2 kecil untuk menang judi kasino, menulis cerita fiksi pertama yang pernah ada sedangkan orang-orang berfikir bahwa hal yang diucapkan orang ini benar2 terjadi. Nah masalah yang lebih besar lagi muncul ketika dia menghadapi Ibunya yang sedang menuju ajal. sang Ibu ketakutan akan kematian, dia merasa belum siap menghadapi dunia tanpa apapun, hanya kekosongan (Nothingness), anaknya yang tidak kuasa melihat Ibunya meninggal dalam ketakutanpun kembali berbohong. Dia mengatakan bahwa yang selama ini orang katakan mengenai kematian itu bohong, di alam bawah sana orang-orang hidup bahagia, semua orang punya rumah megah dan Ibunya akan dapat bertemu lagi dengan sang ayah. Ini adegan ketika sang Ibu menjelang kematian.



Setelah kejadian ini, berita menyebar mengenai pria yang disebut-sebut mengetahui kehidupan setelah kematian. Dan cerita tentang way of believe ini pun berlanjut, kamu harus nonton sendiri deh.

Sebelum nonton (lagi) the Invention of Lying, gw sempet dikirimin sebuah film judulnya Zeitgeist. Sebuah film dokumenter yang (menurut gw) menceritakan asal-usul agama dan bagaimana akhirnya 'isu' agama ini dibuat menjadi alat untuk memperoleh Wealth oleh sekelompok orang tertentu.

Gw gak bisa ngejelasin apa yang ada dipikiran gw, pokoknya intinya gini. Kedua film ini entah bagaimana berhubungan, mereka menyampaikan asal-usul System of Believe yang manusia kenal saat ini, di kedua film ini mempunyai sebuah kesamaan yaitu secara gak langsung (di film The Invention of Lying) dan secara langsung (Zeitgeist) mengisyaratkan bahwa kepercayaan manusia akan Tuhan atau adanya makhluk yang lebih berkuasa dan memiliki kekuatan untuk mengontrol manusia (dalam The Invention of Lying disebut Man In The Sky)berasal dari sebuah OMONG KOSONG.

Tapi yang gak bisa dipungkiri disini, kepercayaan akan adanya Makhluk yang melihat perbuatan kita, adanya kehidupan setelah kematian, membuat kita memiliki kesadaran sosial, kita tidak penah merasa sendiri karena dimanapun kita, ketika kita ditinggalkan teman, pacar, keluarga, kita punya Man in The Sky yang selalu mengawasi kita, keyakinan ini membuat kita merasa bahagia bahwa pada akhirnya ketika kita meninggal kita tidak akan berujung pada nothingness (kekosongan).

Gw gak peduli apakah tuhan itu ada atau tidak ada, pada akhirnya. Yang paling penting buat gw adalah perasaan bahagia dan aman karena ketika teman gak bisa dipercaya, dikhianati, ditinggalkan, ada Tuhan yang bisa gw percaya buat memegang rahasia gw.

Pernah ada yang nanya agama gw, soalnya dia liat di account FB gw nulisnya Religion: I am a God Lover.
ini obrolan kita:
XXX: Lhy lu islam?
Lhya : bisa dibilang begitu
XXX : kok gitu? tapi lu solat kan...
Lhya : Gw Islam, tapi gw gak mengeksklusifkan diri sebagai Islam sebagaimana Islam.
XXX : Gw gak ngerti! kalo gitu Tuhan lu siapa?
Lhya : Uda gw tulis kan, Gw adalah God Lover. Bagi gw semua yang indah adalah perwujudan Tuhan. Sunrise itu tuhan, embun di atas daun ketika pagi itu tuhan, kecantikan-ketampanan itu karya tuhan. Gw mencintai Tuhan dalam berbagai bentuk. mungkin gw harus bersyukur juga karena di Islam, Tuhan tidak memiliki rupa sehingga membebaskan gw menginterpretasi ketika melihat tuhan.
XXX : Tapi lu solat kan ya! itu artinya lu melihat Tuhan sebagaimana orang muslim melihat Tuhannya.
Lhya: Errrr dia nanya lagi. Apa yang lu lakuin klo lu lagi bingung atau ngadepin masalah?
XXX : Gw ngerokok, minum, ngobrol...
Lhya : ketika ngerokok, minum, ngobrolin ama temen lu ngerasa terbebas dari masalah lu kan? walaupun sifatnya cuman sementara, ketika rokok lu habis, mabok lu ilang, temen lu pulang, masalah lu balik lagi kan? tapi lu sempet berasa bahagia, senang terbebas. Itu hal yang sama gw rasakan ketika gw solat.
XXX: emang lu cuman solat ketika punya masalah doang?
Lhya : ngak juga sih. Ketika kondisi normal pun gw solat. Gw solat karena gw butuh untuk percaya bahwa bahwa gw punya alasan untuk berbuat baik, gw butuh sesuatu untuk mengingatkan gw untuk menjauhi hal2 negatif bahkan untuk sesuatu yang masih belum jelas keberadaannya seperti Tuhan. Gw butuh untuk percaya, dan ketika gw percaya, Gw seneng. Bukannya hidup itu untuk mencari kesenangan dan ketentraman? jadi kalau dengan begini bisa bikin gw seneng, gw gak masalah apakah Tuhan itu benar2 ada atau ngak.

Gw gak berusaha mempengaruhi cara berfikir orang yang baca posting ini. Ini cuman, yaaah...salah satu wacana aja....
sebelum kita bertambah tua, menjelang manula, dan menjadi Idealis dalam beragama, kenapa kita gak berfikir sedikit 'nakal'???

Selasa, 05 Oktober 2010

Gara-gara MPS (Metodologi Penelitian Sosial)

Gw lagi pusing mikirin topik dan materi skripsi.
Yes, silahkan bilang gw sok sibuk, buru-buru amat ya, kecepetan kali baru juga smester 5 uda mikirin skripsi!!!

I hate to say, but Yes! its because, semester ini gw ngambil mata kuliah Metodologi Penelitian Sosial (dosennya mas arie botak). Nah mata kuliah ini udah mengharuskan kita mempersiapkan Bab I yang kelak di semester 7 akan gw ajukan untuk seminar dan disemester 8 akan berkembang menjadi SKRIPSI!

Gw gak bingung karena gak tau apa yang akan gw bahas, karena gw sangat tau apa yang menjadi ketertarikan gw "Peran media dalam Pencitraan Internasional". Hoaaaaaaaaehm...

jangan ngantuk! serius ini merupakan (menurut gw) materi yang sangat penting untuk dicermati terutama dimasa sekarang ini, sejak Demokrasi berjaya di Indonesia, semua orang bebas mengemukakan pendapatnya, di Indonesia bahkan ada dua stasiun TV BERITA (TV One dan Metro TV).

Kenapa gw bilang Media merupakan suatu bahasan yang menarik, karena media massa sangat berperan dalam menyampaikan informasi baik yang benar2 terjadi (real) ataupun yang belum tentu benar keberadaannya (fake). udah kelihatan belom juntrungannya? ya, bener banget. kemampuan media untuk menginformasikan hal-hal tertentu membuat media TV sangat mudah membentuk opini publik! Mari bersikap jujur, masyarakat Indonesia sangat rendah minat membacanya(maksud gw baca buku2 teori yang berat dan mendalam), mereka akan sangat mudah menerima bulat-bulat apa yg disampaikan TV, apalagi berita tersebut disiarkan berulang-ulang secara continue dan digunakan dengan bahasa sederhana tapi dengan tampilan yang menarik dari Host-nya.


Yang membahayakan, media bisa digunakan oleh orang atau kelompok tertentu untuk membentuk pencitraan terhadap dirinya. Meidia bukan lagi sebagai sebuah tempat untuk menunjukan fakta tapi justru sebagai media pembenaran! sebagai contoh: Kasus Lumpur Lapindo yang sudah bertahun-tahun terjadi di Sidoarjo sebagaimana kita baca dikoran dan lihat di Tv merupakan hasil dari kecerobohan PT Lapindo dalam melakukan pengeboran, dan kemudian 4 tahun kemudian di 2010 tiba2 muncullah pembahasan lagi mengenai sebab musabab terjadinya lumpur Lapindo yang diREVISI namanya menjadi LUMPUR SIDOARJO, karena kemudian setelah dilakukan penelitian oleh 'pakar2' tertentu katanya LUMPUR LAPINDO sebenernya terjadi karena gempa bumi sehingga namanya bukan lagi LUMPUR LAPINDO a.k.a Lupur yang disebabkan oleh PT LAPINDO, tapi berganti menjadi LUMPUR SIDOARJO a.k.a lumpur yang terjadi akibat gempa bumi di Sidoarjo!

It's funny right?! to see dissaster being political consumption.
Gw jadi bertanya2, apa karena salah satu petinggi PT Lapindo yang juga calon kuat dari Sebuah partai politik (sebut saja GOLKAR) sedang berusaha mencitrakan dirinya (sebut saja Abu Rizal Bakrie) untuk memasuki pemilihan Presiden berikutnya, maka sebuah kenyataan umum yang sudah diterima masyarakat Indonesia dan Internasional dibuat seakan-akan sebuah bencana Alam. Hey...they tough we are some kind of idiot!

Well lets back to my Thesis.
Awalnya topik yang gw ajukan ke dosen yang udah dua kali ngasih gw nilai B di mata kuliah yang lain itu adalah "Peran Media dalam Pencitraan Obama di tahun 2008" dan dosennya udah ACC. Tapi kemudian gw mikir lagi, gw bakal disidang dengan skripsi ini tahun 2011, which makes this topic way soo damn lame! So I change the topics.

Selain media, gw sangat tertarik dengan Human Rights. Secara dulu pernah punya cita2 pengen jadi Menteri Pemberdayaan Wanita, terispirasi Khofifah Indar Parawansa waktu gw SD. Jadi terpikir nih buat bikin topik "Peran Media mensosialisasikan STOP CHILD-SEX TOURISM di Asia Pasifik. Kerjasama antara Indonesia-Australia". Tapi begitu gw mulai search di Internet, Zzzzzz....susah banget! Indonesia banyak sih melakukan perjanjian ini itu, ASEAN lah, Kongress Negara III lah, but....There no socialization! Gak heran kenapa Indonesia masih menempati posisi yang cukup tinggi dalam daftar negara yang menyajikan wisata 'Child-Sex' di Asia. Akhirnya gw mikin mind map dari sumber2 yang gw dapetin, tapi setelah diliat lagi begitu jadi, hasilnya cuman perjanjian antara Indonesia-Australia dalam lingkup ASEAN, tanpa gw memasukkan media dalam proses sosialisasinya. Dan yang paling membuat gw gak puas adalah karenn dari kerangka yang gw buat, kelihatan sangat biasa seperti skripsi2 anak2 lain tentang NGO, ASEAN, Peran Pemerintah, GAK ADA YANG MENANTANG!!!!! Arrrrrrrrrgh!

I mean, Really! kenapa Metro TV bisa sangat membantu sosialisasi program MDGs yang nyatanya terlalu muluk2 dan terlalu luas cakupannya, sedangkan masalah perdagangan manusia seperti ini justru diabaikan begitu saja! Gosh...

Gw bener2 pengen dapet A kali ini, dengan dosen yang selalu ngasih gw B!
Hal lain yang membuat gw semakin struggle:
1. Ada orang yang terus-terusan nanya "Kapan Trainning ama Mentoring P******A lagi ya? bilang2 yah...
2. Ada orang yang terus2an nanyain "Kapan OL YM???"
3. Ada orang yang terus2an ngajakin "Jalan yuk. Kapan bisanya...."

I really love mingle and have fun. That's why I really easy to get distract.
Fine, I'll get my ass back to the Thesis!

Selasa, 21 September 2010

Choose

If you can turn back time, would you do things differently?

gw lagi nonton salah satu episode Greys Anatomy (lagi). gw gak pernah bosen nonton serial amerika ini. kayaknya berkali-kali gw nonton, ada aja hal baru yang gw pelajarin. Dan disalah satu episode ini, munculah pertanyaan tersebut "If you can turn back time, would you do things differently?"

Mungkin ini sesuatu yang sepele, mungkin kamu bakal mikir "ngapain sih Lhya buang2 waktu mikirin hal yang gak mungkin kayak gini?". Seriously, mungkin ini terdengar biasa aja, tapi pertanyaan ini akan sangat menentukan sedewasa apakah kamu ketika dihadapkan pada pilihan seperti ini.

Gw punya banyak teman, gw berteman dengan siapa aja. Dengan temen2 dari latar belakang berbeda, banyak banget yang gw pelajarin. Gw akan tunjukin hubungan pertanyaan tersebut dengan teman2 gw.

Case 1.
Gw punya temen seorang Gay. Dia baik banget, gw bisa ngobrol apa aja dan dia orang yang sangat terbuka. Pikiran dia sama sekali gak sempit, bahkan ketika ada yang mencibir ke-gay-an dia, dia bahkan lebih dapat bersikap lebih dewasa dan lebih menerima ketimbang gw yang ada disampingnya yang nampak mau melabrak orang yang merendahkan temen gw itu.
balik ke masalaha orientasi seksual temen gw ini, kalo ada yang berfikir bahwa Gay itu diakibatkan oleh tindak kekerasan atau pelecehan seksual ketika masih kecil, orang tua yang broken home atau masalah ekonomi, itu sama sekali gak berlaku buat temen gw ini. Dia datang dari keluarga bahagia, bahkan sempet pacaran dengan cewek. Gw sempet nanya "kenapa lu, akhirnya end up like this?" dia jawab "gak tau, gw hanya ngikutin alur kehidupan aja. ya mungkin gw emang punya temen2 Gay juga awalnya. Tapi mereka sama sekali gak maksa gw buat masuk ke daerah ini. Ini semua terjadi begitu saja".
Hidup itu masalah pilihan, kita yang nentuin mau jadi apa kita nantinya. Sejak awal, bahkan mungkin sampai saat ini temen gw tetap punya pilihan untuk jadi seorang Gay atau cowok tulen. Gw pernah nanya gini ke dia "Klo lu bisa memutar ulang waktu dan kembali ke masa lalu, apa lu akan tetap memilih masuk ke dunia Gay? atau menjadi cowok normal?" dan dengan kerennya dia jawab "Kalo Tuhan emang Maha Kuasa, dapat melakukan apa saja terhadap umatnya, maka sejak awal dia gak akan buat gw kayak gini. So, the answear is no! berapa kali pun gw dikembalikan ke saat awal gw menentukan orientasi seksual gw, Gw tetap akan begini".
Gw bangga ama dia!

Case 2
Sekarang temen gw cewek, dia gak lesbian. No!
dia cewek normal, menyukai lawan jenis (pria), dengan pendidikan yang bagus (IP nya gede terus), datang dari keluarga yang lebih dari berkecukupan, cantik juga. Pokoknya semua yang orang inginkan ada di diri cewek ini. Hanya satu hal (mungkin) yang mengganjal, dia sulit nyari pacar...
ya ya ya pasti bingung. Cantik, pinter, berkecukupan, semua poin yang cowok cari bisa di centang ama temen gw ini. masalahnya adalah temen gw ini beragama Hindu dan datang dari Klan Brahmana, yang mana merupakan kasta tertinggi di Hindu. orang tuanya juga sangat ketat mengenai pasangan yang dipilih oleh temen gw ini. pokoknya aturannya adalah: Cowok Hindu dengan kasta Brahmana. Gak boleh kurang, titik!
Yang gw tau dari gosip dan cerita dia sendiri, setelah dia putus dengan pacarnya (yang Hindu dan Brahmana) dia sedang dekat dengan seorang cowok yang sayangnya tidak beragama Hindu apalagi menyandang Klan Brahmana.
Hal ini disayangkan banget ama temen-temen yang tau soal cerita mereka ini. Terutama karena mereka emang saling suka, memiliki ketertarikan yang sama, dan terlihat sangat cocok, tapi terganjal masalah satu itu.
Kali ini, bukan gw yang nanya, tapi temen gw yang lain yang nanya "Girl, kalo kamu disuruh millih, kamu bakal milih terlahir sebagai orang biasa aja tanpa latar belakang Brahmana dengan kondisi ekonomi biasa aja tapi bebas menentukan pasangan atau kamu milih terlahir seperti sekarang, mapan secara ekonomi, Latar belakang keluarga Brahmana, tapi terikat ketatdalam memilih pasangan?". Kamu tau jawabannya apa? jawabannya kembali mengagetkan gw, dia jawab "Gw akan tetap milih terlahir seperti ini. Ini hidup gw, gak ada yang mudah dalam hidup. Gw milih hidup seperti ini yang penting bisa menyenangkan orang tua gw. Belum tentu anak yang terlahir menggantikan gw adalah anak yang gak mau nurutin kata2 nyokap gw dan akhirnya nyakitin mereka. Gw memilih terlahir seperti ini, gw memilih mengorbankan perasaan gw untuk kebahagian mereka".

Masih berfikir ingin kembali kemasa lalu dan mengubah situasi?!
manusiawi kok. Beberapa waktu yang lalu gw sempat jatuh dalam perasaan menyesal yang mendalam, setiap hari berdoa semoga bisa kembali lagi ke suatu momen dimana waktu itu gw sempet sia2in. Tapi kemudian gw nonton Grey's anatomy dan inget ama percakapan2 ini. Kayaknya penyesalan yang gw rasain itu gak penting banget, gak sebanding dengan apa yang temen2 gw udah lewatin...
Mungkin karena waktu itu tidak dapat diulang, waktu menjadi berharga.


So, I Challenge you. If you can turn back time, would you do things differently???

Rabu, 25 Agustus 2010

Men. Men. and Men.

Men. Men. and Men.
by Freddy Joenoes on Monday, August 23, 2010 at 4:39pm

Men suffer a bad rap for being less romantic than women. Naturally, if you do a survey of men or women at the mall asking "Who's more romantic?" the majority will say women. At first glance, the evidence is pretty overwhelming that women are the romantics. Indeed, they are when it comes to saying "I love you," remembering Valentine's Day, and knowing "it's the little things that count" (like an engagement ring).



But when it comes to the truly deep and important definition of romance, we, men are the big winners.



Who Falls In Love Faster? Men!In one study, seven hundred young lovers were asked, "How early did you realize you were in love?" Men fell in love faster. Before the fourth date, 20 percent of men had taken the tumble, whereas only 15 percent of the women realized Cupid had stung them; 43 percent of the women still didn't know they were in love by the twentieth date, compared to only 30 percent of the men.Women are more cautious about getting involved.



Who Is More Idealistic About Love? Men!Another study determined that men had a far more idealistic and less practical view of love. Men were not nearly as concerned with a woman's social position or how much money she made.More men felt that as long as two people truly love each other, they should have no trouble getting along in marriage.



Who Usually Initiates the Breakup? Women!A group of Harvard scientists vigilantly followed the affairs of 231 Boston couples. Of those who split up, usually it was the woman who suggested the separation. The men wanted to stick it out to the bitter end.



Who Suffers More From a Breakup? Men!The men felt lonelier, more depressed, unloved, and least free after a split. The men reported that they found it extremely hard to accept that they were no longer loved and that she had really gone. What disturbed them most was that they felt there was nothing they could do about it. They were plagued with the hope that if only they had said the right thing... done the right thing....In fact, three times as many men commit suicide after a disastrous love affair as women do.



Who Loves Their Lovers More? Men!Men love their lovers more in relation to others in their life. Several researchers at Yale University polled male and female participants from age 18 to 70 and asked, "Who do you like, and who do you love, most in your life?" The choices were lover (or spouse), best friend, parents, and siblings.Men, it turned out, loved and liked their lovers more than their best friends, whereas, with women, the rankings were about equal. Many women liked their best friends more than they liked their lovers!



Gentlemen, the next time your lover complains, "You men are so unromantic," just show her these statistics and say, "Yeah, who says? Huh, huh, huh?"



(On second thought, just say, "You know, dear, you have a good point. I'm sorry. I'll try to be more romantic. I love you.") (-_-!)

*After reads the article, I wonder : Does this article means that mens actually have hearts?!
*the writter is my senior in URS. he is pretty romantic and he is getting married this November.

Selasa, 24 Agustus 2010

Being Single is (NOT) easy!

almost a year I stand up as a happy, bright and shiny single girl.
most of you, who have been single the rest of your life (oh maygat!) or longer than me must be saying that I'am too much talking about my single life. But I'm not!

Oh really! I'm not complain for being single, but believe me, people around me complaining about Me being Single! What the hell???

Being single in your productive age is not easy. People are paying attention about who you talking to, what you do in saturday night even the guy who walked with you this morning. Once, I've been watching a movie in cinema with a guy and one of my friends saw us. In the next day, I have to faced couriousity of people, they would never stop to asked "who is this guy, Lhya???" or "oh maigat. You owe me the whole story!"

Gosh!
Believe me people, I absolutely would like to be with someone. But only, ONLY if I found a man who could understand me, my habit, my passion and my crazyness.

I love going to the Zoo in Sunday or in quiet day, so I could heard the birds sing

I hope someday I could bottled the scent of the rain, the wet soil

I don't want a simple, happy, boring life. I want an adventure

for years, I've been living all alone. I don't need someone to tell me what to do but someone who stand for me

I am an Idealistic who claimed as a Liberalis

I believe in Fairy tale, I believe good things happen to good people and bad people goes to hell

I am a planer, I love planing my future. But in my plan, a prince charming with a white horse is not included

I saw things differently, I had my own perspective

Now tell me, if you know somebody on earth who could deal with this kind of freak girl?!
This is my fafourite ballade from a song 'The Only Exception':

'Maybe I know, somewhere deep in my soul That love never lasts
And we've got to find other ways to make it alone or keep a straight face'


'And I've always lived like this Keeping a comfortable distance
And up until now I had sworn to myself that I'm content with loneliness
Because none of it was ever worth the risk'


*by the way, I recently read an article written by my senior. It's queit good, http://www.facebook.com/notes/freddy-joenoes/men-men-and-men/422784964826

Sayap

Seandainya aku punya sayap
akan aku antar ayah ke kantor
aku antar Ibu ke Pasar
aku bisa kemana saja sesuka ku

seandainya aku punya sayap
aku susah masuk kedalam kelas
aku sulit melipat sayap kalau mau duduk
aku tidak bisa bergerak dengan bebas

aaah...ternyata repot juga punya sayap
aku tidak butuh sayap...



I heard this poem years ago. ever since, I can't put this poem out of my head.
this poem wrote by a first year elementary student.
maybe our ego is too big or our wants more than what we actually needs.
See? even a child could see something what we caouldn't see.

Selasa, 10 Agustus 2010

knock knock knock, Sound From The Past

ini kejadian 9 agustus kemarin.
sumpah gak ada firasat apa2, hari itu gw lagi sangat amat bosan dan memutuskan untuk ke kampus, melihat apakah ada anak2 yang bisa diculik buat jalan, tapi ternyata mereka semua lagi pada sibuk persiapan OSGAB (ospek gabungan) dan OSFAK (ospek Fakultas). sebagai satu2nya orang yang paling gabut gak ikutan acara apa2, akhirnya gw angkat kaki dari radio (kampus).

bingung mau ngapain dan kemana, pas nyampe MCD simpang gw naik ke Drive Thru, niatnya cuman mau beli es Krim, tapi gw jadi inget, kemarin gw baru beli novel dan kayaknya enak nih makan burger sambil baca komik ditempat sepi di manaaaaaa gitu. yaudah tanpa tau gw akan kemana mencari tempat 'PeWe' buat baca novel, gw memutuskan membeli 2 burger, satu french fries dan satu cola. agak2 gak sadar mendekati kalap sih sebenernya waktu beli itu (hahaha)

keluar dari drive thru kan diarah dago mau ke dago atas tuh, yaudah gw jadi kepikiran 'kenapa gak ke dago atas aja' kan banyak tuh tempat pewe. nyampe ke atas gw jadi pengen ke Rumah kopi atau rumah Joglo gitu, tapi inget tadi udah beli makanan, sayang kan klo uda beli tapi gak bisa dimakan, klo ke sana gw pasti makan makanan situlah...

Jadi akhirnya gw belok ke....(jeng jeng jeng jeng) Bukit Bintang!
yayayya terserah mau bilang gw apa, remaja labil, nongkrong tempat alay, apapun terserah. Yang pasti begitu gw dateng ke situ lagi sepi banget, ada sih 2 mobil yang parkir disitu, gw sengaja majuin mobil ke depan banget ngelewatin 2 mobil itu biar gw bisa liat viewnya lebih jelas, sembari pas lewat gw 'iseng' ngintip ke dalem, tapi cuman bisa liat jok mobilnya rebahan kebawah "oke, gw gak bisa liat dan gak tau apa yg terjadi didalam yang pasti hanya Tuhan dan mereka yg tau". :P

Terlepas dari image tempat ini (bukit bintang, red) yang aneh2, tempat ini emang bener2 asik buat dijadiin tempat baca buku, mikir, lari dari kota tapi gak jauh2 banget. Gw menikmati saat2 ini banget, tangan kiri megang novel, tangan kanan nyuapin burger sesekali nyeruput cola. surga dunia banget!

Sampai tiba2 sekitar satu jaman gw menikmati kebebasan dan kesuka2an hidup gw tiba2....knock knock knock ada yang ngetuk kaca mobil gw yang setengah terbuka.
Mr. X : Lhya.... Lhya yah!
Gw : emmm....er....eeeeeeeeeeeeeeeeh!
Mr. X : (senyum)
oh maygat! yang ada disamping mobil gw adalah (hazzzzzz....) mantan semasa SMA gw!!!
dengan salah tingkah gw langsung gurusak-gurusuk narik kaki dan benerin duduk.
anjir, gw pengen masuk ke dalem lobang AC saking kaget dan gak PDnya gw saat itu. bayangkan ke-gap ama mantan dalam posisi kaki lagi diangkat ketas Dashboard mobil, rambut acak2an, ada burger setengah habis dan gelas cola diatas perut, muka minyakan dan lagunya rihana mengalun dari speaker mobil. kayaknya ketemu mantan ditempat ini dengan kondisi BEGINI adalah hal terakhir yang gw inginkan sebelum mati kelindes becak!
jadi akhirnya percakapan dimulai :
Mr. X : ya ampun Lhy, uda lama banget kita gak ketemu! tadi aku ngeliat kedalem mobil ini trus ngerasa kenal ama orang ternyata kamu! ahhaha gak nyangka yah...
gw :iya gak nyangka. gak nyangka banget... (sambil nyengir bego)
Mr. X : Wow kamu berisian sekarang. hahaha (sambil ngelirik 2 plastik MCd di jok sebelah). rambut kamu dipotong lagi! kenapa?
Gw : makasih loh baru ketemu trus aq dikatain gendut! pengen aja nih rambut bosen dari dulu panjang mulu. hehehe. kamu ngapain disini?
Mr. X : Aku mau foto2 aja ama temen2 (sambil mangut ke arah 2 cowok didepan yg lagi ngelirik2 ke arah kita). Lhy, sekarang aku di Bandung loh, aku tinggal SKRIPSI aja, jadi ngerjain disini cuman bolak-balik JKT-BDG buat bimbingan.
Gw : oooh...asik dong (bego banget, gw gak tau harus ngomong apa)
Mr. X : iya, eh kita udah lama banget gak ketemu yah. terakhir waktu kamu sakit trus udah aja kamu ngilang! gak ngabar2in. eh kamu kesini ama sapa?
Gw : hahahha...aku dateng ama pacar, tapi dy lagi pergi beliin kentang lagi buat aku"
Mr X : (diem, gw gak bisa baca ekspresi mukanya dy)
Gw : engak becanda!! hahaha aku sendiri. udah bisa nyetir sekarang nih aku! hehehe keren kan...
Mr. X : dasar kamu, masih aja sama. suka menyendiri dan baca buku2 yang gak aku ngerti. hahaha ih udah bisa aja kamu nyetir, dulu mau aku ajarin gak mau.
Gw ; ya ngak mau lah! emang mau mobil kamu dibaretin ama aku! hahha (kita ketawa) eh temen2 kamu nungguin tuh kayaknya, sana dulu aja. aku gak enak, lagian aku masih lama kok (boong padahal gw uda pengen cepet2 cabut!)
Mr. X : ngeliat temen2nya, trus ngeliat gw, narik nafas) yaudah aku kesana dulu ya. tar aku kesini lagi loh. hehheh
Gw : (senyum bego)

sejak detik gw disamperin ini, semua tidak sama lagi. hahahha lebay sinetron
maksudnya ke-PEWE-an gw hilang sudah, mau ngangkat kaki lagi, gak enak diliatin mulu, mau gedein lagu lagi, gak enak aja. mau makan lagi, hadoh! pokoknya serba salah. jadi gw putuskan gw bakal ngabisin satu Chapter novel lagi sebelum akhirnya cabut dari sini biar gak keliatan banget gw mau kabur.

20 menitan kemudian 'hemm..kabur gak yah, kabur gak yah...baik! starter mobil!'
gw udah nyalain mesin dan pasang gigi mundur, memutar mobil kesamping sebelum akhirnya tancap gas lari dari mantan gw sampai...
Mr. X : Lhya, Lhya....! bentar (lari sambil ngelambai)
Gw : (udah berniat pura2 gak dengerin, walaupun jelas2 gw ngeliat dy di spion. mobil gw udah mau keluar dari area Bukit ketika bapak2 yang ada diwarung sebelah pintu keluar ngelambai ngeberentiin mobil, memberi syarat untuk melihat kebelakang) Yes! gw tidak bisa melanjutkan actng 'pura-pura gak liat' lagi!
Mr. X : (tergopoh2) Lhy, parah banget sih gak bilang dulu ke gw klo mau balik.
Gw : (hah? lu mak gw, harus laporan!) oh iya maaf, gw buru2 soalnya.
Mr. X : buru2 kemana sih Lhy...(ngeluarin senyum 10juta nya dia)
Gw : (shit! dalem hati doang. gw mati nih!)
Mr. X : Lhy, gw minta nomer Hp kamu yah.
Gw : (buset dh minta nomer tlp gw kayak minta permen!) hah, buat apa? hahaha (gw abis ide)
Mr. X : ya, aku sekarang lagi stay dibandung. jadi bisa ketemu ama kamu, lagian aku kangen banget ngobrol2 ma kamu lagi ya....gimana dong ngubungin kamunya...
Gw : hahaahha... emang kita gak koneksi sama sekali yah?
Mr. X : iya aku gak punya kontak kamu, segala YM, Fb, Twiter,MSN, BBM, kamu juga ganti nomer gak ngasih tau aku...
Gw :(derrrr! alarm bahaya bunyi dikepala gw!)gw gak pake BB. hehehe. lagian kok bisa yah kita gak temenan FB!? haha
Mr. X : sebenernya aku udah search nama kamu tapi aku gak berani add
Gw : what? emang aku nyeremin banget yah ampe bikin kamu ciut mau nge-add aja? hahahha
Mr. X : bukan, waktu itu kamu masih in relationship, Lhya... Aku langsung gak jadi nge-add. aku masih sering buka profile kamu kok, makanya aku tau kamu udah single. tapi...ya gitu deh. udah sini nomer kamu mana???
Gw : yaudah sini nomer kamu, aku yang hubungin kamu. oke!
Mr.X : oke, catet 085XXX...sekarang missed call hape aku!
Gw : yaudah sih ntar lagi, begitu aku sampe rumah aku hubungin kamu yah sekarang aku buru2. (senyum manis, memohon dilepaskan)

tiba2 ada mobil dari atas yang berbelok mau masuk ke bukit juga, gw terpaksa mundurin mobil lagi. dia masih ngikutin juga (Shit!)
Mr. X : Lhy, janji yah kamu ngubungin aku.
gw : iya iya...kapan sih aku bohong!!!
Mr. X : kamu tuh ngilang mulu, pindah kosan gak ngabarin, masuk rumah sakit aja aku taunya dari temen kamu, keluar rumah sakit gak bilang, ganti nomer gak bilang, sekarang ketemu kayak gini, aku cuman pengen keep in touch ya...
Gw : (diem) hahahha (ketawa kaku) oke! sekarang gw pulang dulu yah... kamu hati2.
Mr. X : oke, janji yah. hati2 lhy...

Gw segera injek gas meninggalkan bukit bintang, ngelirik ke belakang bentar ke arah dia, dan ngeliat nomer dan namanya di Hp. Gw mencoba mengingat2 lagi, tadi gw bilang gw "oke' aja kan? gw gak bilang 'gw janji bakal ngubungin dia kan?'. Gw deg2an harus diapakan nomernya dia. mau gw hapus, gak tega, mau gw hubungin, gw sedang tidak mengingikan beramah tamah dengan orang sekarang. jadi gw biarin aja sampai sekarang.

Orang ini, dia baik kok. malah bisa dibilang 'One of The best'. Gw gak lama pacarannya dulu, cuman 3 bulan pacaran dengan lama PDKT 2 bulan. Tapi gw uda kenal banget ama dia, mengingat setahun setelah putuspun kita masih deket, bisa dibilang dia selalu 'mengusahakan' dirinya untuk ada buat gw, walaupun dia tau gw sangat Independent.

Anehnya gw pulang kerumah, nyalain laptop dan malah ngeblog dan download lagu2 tanpa kepikiran untuk search Fb dy. hahha
mungkin dy emang cuman pengen temenan, mungkin dia udah perlahan2 move on. Time flies, people changes, but who knows? I won't take the risk...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Meet the Robinsons Syndrome

Ok fine, hormon gw emang lagi gak stabil beberapa hari ini. gampang banget terenyuh nonton tayangan sedih dikit gw uda mewek, freaknya gw nangis nonton tayangan 'Tolong' di RCTI kemaren. sumpah freak abis! untung adek gw lagi gak liat. Gw juga jadi suka nonton film2 romantis kayak Before sunset, before sunrise, nonton lagi film2 romantis lain yang dikasihin temen2 cewek gw (tapi tetep gw gak menyentuh DVD twilight, eclips, new moon dan segala jenis vampir yang ada di box dvd gw). Oh Tuhan cepatlah beres periode ini, biar gw gak semakin mempermalukan diri lagi...

any way, Gw lagi buat Essay "Why I should be given chance to be one of UNPAR's dalegates for HNMUN" dengan laptop dipangkuan dengan kondisi TV menyala menampilkan film meet the Robinsons yang udah gw tonton ratusan kali tapi sudah cukup lama. gak terlalu gw perhatiin filmnya, tapi pas lagu ini mulai 'Little Wonders' singging by Rob Thomas, gw langsung berenti ngetik dan bener2 memperhatikan film yang udah mencapai babak akhir itu.



ini bagian yang walaupun udah ratusan kali gw tonton filmnya, bagian ini baru gw sadari barusan! iya karena gw sedang hanyut banget ama lagunya, gw terus memandangi TV sampai filmnya bener2 selesai, lalu muncullah quotes berikut:
'Around here, however, we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we're curious… and curiosity keeps leading us down new paths.'
-Walt Disney-
As quoted in the ending credits of the movie Meet the Robinsons

Suddenly, I missed my family...
Oh God, my eyes itchy, puh-lease!!!!

Jumat, 06 Agustus 2010

Buku, Pacar, Idealisme

Pada prinsipnya, mencari buku yang bagus sama dengan mencari pacar yang cocok.
Pertama, diliat dulu covernya, kalo bagus warna atau gambarnya dari jauh, lantas kita bakal ngedeketin mencari tau judul buku itu. Kalau gw, setelah melewat tahap melihat judul, gw akan membaca ringkasan singkat buku dibelakang, apakah menarik untuk dibaca lebih dalam isinya. Tapi itu saja tidak serta merta membuat gw langsung berlari kekasir dan membayarnya. Gw akan membaca dulu referensi atau pendapat orang-orang yang udah baca atau penghargaan apa yang pernah didapet buku ini.

Pacar dan buku, dua hal yang sering membuat gw lupa waktu. Ketika gw jatuh cinta dengan sebuah buku, gw bisa betah berjam-jam berduaan dengan buku itu, lupa makan dan kurang tidur, gw ajak kemana-mana tuh buku. Tapi apa yang terjadi ketika buku itu sudah selesai gw baca? Yup, I looking for another book to satisfy my desire of read.
Mungkin ini yang membedakan antara buku dan pacar.

Sudah gw bahas diatas, pacar yang menarik membuat kita tertarik untuk mengetahui dirinya lebih dalam, menggali setiap lembar kehidupannya dan mengisinya dengan cerita bersama kita. Gw udah beberapa kali menjalin hubungan (pacaran). Biasanya ini diawali dengan obrolan seru tentang hal-hal yang kita sukai, kesamaan, cerita lucu, temen-temen, pengalaman, dan sampai pada suatu titik dimana kita lelah bercerita atau mungkin sudah kehabisan bahan obrolan. Kita merasa sudah tau-sama-tau.

Pacaran tidak seperti buku yang ketika hal menarik didalamnya sudah habis, kita bisa segera beranjak ke toko dan mencari eligible guy (or girl) yang baru dan menawarkan hal baru untuk dibaca.

Dalam idealisme gw,

pacaran adalah menemukan sesuatu dalam suatu hubungan bahkan ketika didalamnya tidak ada sesuatu yang bisa ditemukan,

pacaran adalah bagaimana kita bisa tetap berada dalam diam dan masih tetap tersenyum, karena walaupun kita tidak punya sesuatu untuk dikatakan, kita masih memiliki satu sama lain untuk berpegangan.

Gw pernah nonton film, disitu ada pasangan kakek-nenek yang uda nikah 52 tahun, setiap tahun mereka datang ke restoran yang sama buat ngerayain hari pernikahan mereka. Pemilik restoran itu memperhatikan setiap tahun obrolan keduanya menjadi semakin pendek dan bahkan ketika terakhir kali pasangan ini datang mereka hanya menyantap makanan tanpa mengobrol. Pemilik restoran ini bertanya kepada salah satu pasangan ini (yang cewek), dia bertanya apakah hubungan mereka sudah mulai ‘mendingin’? dan dengan lembut wanita ini menjawab ‘Hubungan kami baik-baik saja, bahkan kadang saya berpikir hubungan kami lebih baik ketika kami hanya duduk diam dan berusa saling membaca pikiran masing-masing dan menikmati kebersamaan kami dalam diam. Ketika kamu memiliki hubungan jangan pernah takut atau berfikir bahwa hubungan kamu akan menjadi hambar dan membosankan karena itu tidak akan pernah terjadi selama kamu menikmatinya’

Gw mencintai buku-buku gw, bertahun-tahun setelah gw baca biasanya akan gw baca lagi terutama di chapter-chapter tertentu yang gw suka dan gw tandain. pacar dan buku, gw gak punya tipe tertentu dalam mencari pacar atau gendre tertentu ketika membeli buku. gw tidak mematok pacar gw harus tinggi, putih, berkepribadian menarik, bisa 5 bahasa, dan bla bla bla, mungkin karena gw suka menginterview orang dan menulis biografi, ini terbawa dalam kehidupan pribadi gw. temen-temen gw suka menggelengkan kepala setiap melihat cowok yang lagi deket ama gw, komentar mereka selalu sama 'kok beda2 mulu sih tipe2nya' hahhaha

Pacar, seperti juga buku, pernah membuat gw menangis, belajar, bercermin, tertawa.
Buku, seperti juga pacar. Gw pernah tertipu dengan cover yang menarik tapi isinya ternyata tidak semenjanjikan yang ditampilkan covernya.

Gw gak pernah nyesel udah salah beli buku yang ternyata tidak sesuai dengan yang gw harapkan. Semua yang udah gw lewatin dengan orang-orang yang pernah menjadi ‘sesorang’ dalam hidup gw dan buku-buku yang memberikan gw wacana baru. Gw menikmatinya…

The stronger, the winner?

Jadi ceritanya liburan kemarin tanggal 1-3 agustus gw liburan ke Ujung Genteng ama temen-temen gw. Serunya kita sempet ikutan pelepasan anak penyu kelaut. Seru banget, banyak orang, bule juga, yang tertarik buat ikutan megang masing-masing satu anak penyu terus dilepasin kepantai. Jadi gini, setiap hari penangkaran penyu itu ngelepasin anak-anak penyu hasil penangkaran mereka kelaut. Sengaja telur-telur ini ditetaskan didalam penangkaran karena bahaya kalo dibiarin dipantai biasa telurnya bakal dicuri orang (telur penyu enak banget! Gw pernah nyobain).

Nah setiap hari jam 6 sore orang2 bakal ngumpul dipantai buat ikutan nglepasin penyu ini. Gw dan temen2 gw yang ‘Kekotaan’ sekali (katro kali bahasa gaulnya) ini sangat kegirangan mendekati kampungan begitu dikasihin masing2 1 penyu buat dilepasin. Kita megangin masing-masing penyu dan ngajak ngobrol penyunya, punya gw bahkan sempet gw kasih nama Unyu. Begitu semua orang udah megang penyunya masing-masing, petugas bakal ngitung sampe 3 kemudian kita boleh ngelepasin penyunya. Begitu hitungan ketiga orang-orang termasuk gw dan temen-temen gw ngelepasin penyu-penyu kita, orang-orang pada teriak nyemangatin penyunya biar semangat penyunya jalan menuju pantai (mereka pikir itu penyu2 pada ngerti apa)

Tiba-tiba ada ibu-ibu bego yang bukannya meletakkan penyu dengan hati-hati keatas pasir, penyu yang dia pegang malah dilempar ke laut dengan tidak berperi-kepenyuan! Gw dan teman-teman gw menatap penyu yang terbang di udara hingga mendarat di pasir itu sambil menahan napas. Kasihannya, penyu itu mendarat dengan posisi terbalik, salah satu orang membantu penyu itu membalikkan diri agar penyu itu bisa kembali berjalan ke pantai. Dengan susah payah penyu ini (iya yang digambar bawah ini) berjalan ke pantai.


Usaha penyu ini gak gampang, setiap udah mau mendekati air, ombak yang datang bergulung mengembalikan penyu ini kembali ke pantai, beberapa kali dengan susah payah penyu ini berusaha bangkit kembali dan merangkak ke pantai. Ada temen gw yang pengen mengangkat penyu ini dan membawanya ke laut agar penyu ini bisa langsung berenang, namun petugas menghalangi, dia khawatir temen gw bakal nginjek salah satu anak-anak penyu yang sudah duluan berada dekat air yang mungkin tidak kelihatan karena tertutup pasir dan air. Petugas itu ngejelasin bahwa dari 100 penyu yang dilepasin, hanya satu yang mampu bertahan hidup hingga besar dan kembali ke pantai untuk bertelur.
It make me think, penyu-penyu ini kayak sperma, kayak kita dulu, jumlahnya ratusan, semuanya berebut berenang mendekati 1 telur (mari asosiasikan dengan laut), dan akhirnya yang jadi pemenang (embrio) hanya yang paling kuat, yang mampu bertahan menghadapi perubahan kondisi lingkungan sekitar kita.



Semua orang yang mendengar penjelasan petugas ini menatap si Penyu dengan sangsi apakah dia bakal bertahan hidup dan kembali ke pantai untuk bertelur nantinya. Gw tersenyum, dalam hati gw berdoa buat penyu itu, dalam hati gw berteriak ‘Go away, find your life, make love with your lover and get back here to kick their ass! Show them that you are not as weak as they think! Amin…’

Minggu, 25 Juli 2010

The Mess I Made



awalnya gw dengerin Parachute - The mess I made ini gara2, lagu ini jadi sountrack drama di Prambors. Gw gak terlalu suka sinetron baik yang gw nonton di Tv atau denger di Radio, tapi sountrack '3 Cinta' (judul sinetronnya) ini bikin gw penasaran sejak pertama gw dengrin. hahhaha
klo baca posting gw (klo ada juga yg baca), bacanya sambil dengerin lagunya yah!!!

gw gak tau berapa lama waktu yang udah gw habiskan memandangi layar monitor, mencoba mencari kata-kata apa yang harus gw tulis untuk memulai ini.
Pada intinya yang ingin gw ungkapin hanya perasan gw
Perasaan gw yang gak gw ngerti
atau mungkin emang gini cara kerja otak ketika berhadapan dengan hal-hal sensitif seperti emmm errr katakanlah CINTA
woooo hooo...wait

Bahkan ketika pertama kali melihat orang ini pun, perasaan gw udah tau kalo gw akan menyukai dia. Tapi kemudian logika gw mengingatkan "you don't believe in love at the first sight" yang langsung di timpali oleh perasaan gw "don't you?"

Gw menghabiskan beberapa kesempatan dengan orang ini, mencoba mencari something in common. sesuatu yang hanya buang-buang waktu karena sebenernya yang gw sukain itu dia, bukan kesamaan diantara kita.

Bahkan ketika Logika gw berteriak "dia bukan tipe lo Lhy!". Perasaan gw berbisik "emang seperti apa sih tipe lo?".

apa yang bikin lu nyaman ama dia?
ini yang selalu bergema di kepala gw
kita bukan tipe orang PDKT yang betah berlama2 YM-an
beberapa hal menjadi hambar dipertengahan cerita
tapi bukan obrolan itu yang bikin gw seneng, disapa ama dia aja udah bikin gw seneng banget
melihat dia sedang OL Ym aja udah bikin gw deg2an, bertanya2 gw bakal disapa gak yah-disapa ngak yah, apa gw jangan Invisible aja biar disapa ama dia, atau gw aja yang nyapa duluan.

Sampai saat ini, berbulan-bulan setelah dy menyatakan perasaan dan gw tolak dengan alasan gw ingin mengenal dia lebih dalam, gw masih belum menemukan kesamaan diantara kita kecuali kita suka nonton film (dengan genre yang berbeda), kita suka makan Chiz dan tidak ada lagi. Gw juga belum menemukan alasan kenapa gw suka sama orang ini, mungkin nanti akan gw tanyakan pada senyum dia yang terlihat seperti senyum usil anak sekolah yang baru naruh permen karet di kursi gurunya dan sedang nungguin buat didudukin. Atau akan gw tanyakan pada cara dia ngeliat mata gw setiap dy mau mengutarakan sesuatu yang berhubungan dengan perasaannya dan selalu gw patahkan dengan membuat mimik aneh pada wajah gw.

Gw takut
ketika dy nembak, gw takut segala sesuatunya menjadi runyam makanya gw tolak
ketika lagi bareng ama dia, gw takut waktu ini bakalan cepet selesai
anehnya
gw takut dia tau persaan gw
gw takut dia salah membaca sign gw.
gw takut ketika nolak dia, dia pergi dengan pikiran bahwa gw gak suka ama dia
gw takut gak bisa liat dia senyum
gw takut...

dan sekarang setelah beberapa waktu berlalu,
gw ragu apa perasaan dia masih sama seperti dulu
kadang gw mengutuk diri kenapa gw dulu mengabaikan perasaan gw dan malah ngedengerin logika gw
gw mulai sangsi, mungkin dia udah ketemu cewek lain. walaupun kemarin dia nanya "sekarang gw lagi deket ama siapa?" itu gak menjamin apa-apa kan. Dan bodohnya pertanyaan itu gak gw jawab. emang mau gw jawab apa? "Gw gak peduli ada yang deketin gw atau ngak, gw pengen dideketin ama lu!" GILA!!!

well, hahhaha
time flies, people changes, but until today my feelings stay.
I don't know how long it could stay there
Should I close the book now?

Selasa, 20 Juli 2010

Ladies talk

Jadi beberapa hari yang lalu gw kedatangan 2 tante faforit gw!!!
kenapa gw exciting banget, soalnya gw uda lama bangeeeeeeeeeeet gak ketemu mereka, sekitar setahunan. Gw inget banget dulu waktu gw masih kecil kira2 umur 6tahunan gw sering ditinggal dirumah nenek gw, nah diumur gw yang masih kecil itu adalah umur tante gw sedang centil2nya mengjalani masa remaja. hahhaha

Gw inget banget dulu gw suka dijadiin kedok mereka biar bisa minta izin ke Mbah Putri (nenek) biar bisa diizinin keluar. alasannya ngajak gw jalan2lah, beliin gw permenlah, jemput gw sekolahlah, pokoknya ada ajaaa! Pada masa itu gw sih asik2 aja, selain gw dapet coklat buat tutup mulut, gw bisa sekalian jalan2 naik motor pacar tante gw! hahhah norak banget gw. Mungkin gw dari kecil udah punya dorongan terjun di dunia politik (a.k.a memaksakan kehendak pada orang lain). Gw waktu kecil aja uda sering ngancem tante gw klo sampe dy ngak ngajak gw jalan, gw bakal laporan ke Mbah Putri klo selama ini dy pacaran Backstreet! Gw sangat sadar dengan kekuatan keberadaan gw, gw bisa memberikan pengaruh kepada Mbah Putri buat ngebolehin tante gw keluar rumah dan PACARAN. maklum, Mbah Putri orangnya kolot banget gak boleh pacaran2 (kayak nyokap gw). Nah gw udah hafal nih jadwal pacarannya tante gw, klo dy udah mandi trus dandan, pasti dy mau pacaran. jadi klo uda liat dy mandi, gw langsung buru2 mandi juga, padahal gw malesnya minta ampuun klo disuruh mandi ama siapa pun, kecuali klo disuruh ama papa (yaiyalah, nyuruhnya pake rotan).

Ada satu kejadian yang gw inget sampe sekarang dan bikin gw gak enak sama salah satu tante gw, Sri namanya. Jadi disalah satu kencan diam2 yang dilakukan dengan pacarnya, dy gak ngajak gw. Gw cuman ditinggalin ama sebatang silver Queen mini dirumah, gw yang waktu itu masih 6tahunan awalnya gak nyadar klo sedang diperdaya, jadi gw asik2 aja makan coklat dikamar, begitu coklatnya abis gw inget klo gw mo diajak jalan ama tante gw, gw langsung nyari2 tante gw di seisi rumah, sadar uda ditinggal pacaran diam2 gw langsung nangis sejadi2nya. Mbah putri yang sangat peka sama tangisan cucu2nya langsung nyamperin gw, disitulah gw langsung laporan menceritakan kelakuan tante gw dibelakang Mbah Putri. Pulangnya tante gw uda ditungguin di depan teras, sebelum dy bilang apa2 uda langsung ditampar ama salah satu Om gw (kakaknya tante gw). Sejak kejadian itu gw jadi ngak enak sama tante Sri, walaupun dy santai2 aja ampe sekarang tapi gw nya yang gak enak, dan brengseknya dy sadar klo gw gak enakan orangnya. Jadi sejak saat itu klo dy mau apa2 dy pasti ngungkit2 masalah yang dulu2 itu. misalnya minta gw ngejagain anak2nya, awalnya gini :
kring kring
gw : halo tanteeee!
tante: haloo ponakan. eh tante mo minta tolong dong...
gw : mnta tolong apaan nih? (perasaan uda gak enak)
tante : jagain Dani ama adis dong besok, gak ada orang buat ngejagain. Tante ama Om ada perlu soalnya.
gw : oh bisa2. Aq sih besok gak ada kuliah, seneng2 aja main ama Dani ama Adis.
tante : Oh makasih sayaaang! tapi besoknya juga bisa ya.... Tante ama Om ada perlu lagi soalnya
Gw : eeer....
Tante : ayolah... masa gak mau sih. ingetloh yang dulu...
Gw : iya iya iay!! mulai deh yang lama dibahas2!!!
Tante : oh makasih sayang!!! jadi besok jam * pagi kesini yah.
Gw : jam 8? pagi bener!
Tante : Lhya....
Gw : iye buset deh!

Nah kejadian ini kembali terulang kali ini. mereka berdua (gw manggilnya matati dan Macie) nginep dirumah gw. Iya dirumah gw. Seperti kebanyakan tante2 gatel yang liat keponakannya beranjak dewasa, mereka juga gatel mulai mengorek2 kehidupan pribadi keponakannya. Ini obrolan kita:
Matati : Lhy, pacar kamu mana?
Lhya : gak ada
Matati : ih masa gak ada sih? kamu kebanyakan milih2 kali...
Lhya : ngaaak! emang lagi ngak ada aja. (risih dan gak tertarik nih klo uda mulai ngomongin soal ini.
Macie : ah bohong!kamu sih dirumah mulu gak jalan2, jadi mana bisa dikecengin ama cowok.
Lhya : astagfirullah... Zaman uda canggih ngapain juga keluar rumah cuman buat nyari pacar!!!
macie : alah, tante liat di facebook kamu masi aja single. yang nge-wall kamu orangnya itu lagi, itu lagi.
Lhya : (shock melototin tante gw) lah selama ini suka ngeliat2 profil aku!!!
matati : ya abis klo suami uda berangkat kantor, anak uda berangkat sekolah, kerjaan ibu rumah tangga ngapain lagi? (nyindir macie)
macie : kamu tuh tau gak sih cara pedekate? nih yah urutannya tinggal nongkrong dikafe-dilirikin cowok- liatin balik-senyumin-disamperin-dimintain nomer HP-ditlp-diajak dinner-jadian! that simple!!!
Lhya : astaga... uda liat kalender belon tan? ini udah 2010 loh. ditahun 2010 orang pedekatenya uda ngak kayak gitu lagi!!! puh-lease...
macie : emang gimana sih 2010???
Lhya : nih yah ada media komunikasi masa yang namanya FACEBOOK, uda pada tau kan??? nah cara pendekatan zaman sekarang adalah : cari FB orang yg menarik-add as friend-diaccept-wall2an-chit-chat-message tanya nomer HP-ketemuan-jadian. SIMPLE KAN!!!
matati : uda berapa lama punya FB lhy?
Lhya : uda bertahun2
macie : uda berapa lama jomblo?
Lhya : mau klarifikasi yah, aq gak pernah mempraktekan cara pendekatan tersebut karena itu murahan! yah klo di add sih boleh lah, tapi klo nge-add sih gak sudi.
matati : uda ini sih kayaknya masi lama lagi jomblonya.
Lhya : ...makasih loh uda ngingetin, laper nih. pengen makan tante2 kepala 4!

Excuse me, walaupun mereka adalah tante2 faforit gw, tetep aja gw gak akan nyeritain masalah begituan ke mereka. misalnya bilang 'iyaloh tante jadi sekarang aku lagi suka sama AAA, dy tuh blablabla'. bisa mati gw klo sampe salah satu dari mereka keceplosan ngobrol ama nyokap gw trus kesebutlah salah klo sekarang gw lagi PDKT atau lagi suka atau dideketin atau apalah ama cowok. hem..abis perkara.

BTW, Jurus pendekatan via Fb diatas gw dapatkan dari temen gw, yang tanpa gw sengajain ngintip apa yang sedang dy lakukan dengan laptop dan koneksi internet gw. (nama temen gw disamarkan, sebut saja XXX:

Lhya : heh lagi ngapain sih? anteng bangeeet! senyum2, manggut2, gila lo!
XXX : hehehhe sini deh liat, nih mana aja yg ganteng bantuin gw milih.
Lhya : buset deh!!! kelakuan lo uda kayak tante2 aja mo beli berondong lewat katalog!
XXX : yee kagalah! masi muda kali gw!liat deh temen2nya YYY (nama salah satu temen cewek kita yg cantik) cowok semua, cakep2 lagi!
Lhya : ya terus?
XXX : yaudah nih mo gw add kali aja ada yg nyantol! hahhaha ayo lhy, lu juga add dong!
Lhya : ogah! FYI, I have enough friends!
XXX : thats excatly what I'm talking about!
Lhya : apaan?
XXX : you have enough friends but no boy friend!
Lhya : murahan!
XXX : biarin!

really, I do love those girls. but when it come to this 'subject'. I would love to kill them!

Senin, 19 Juli 2010

I am About to Figured It Out

sebagian besar orang sadar, ketika kita semakin besar (bertambah usia) things not as simple as imagined. gak percaya? coba ingat ketika kamu berumur 8 tahun, kalo udah besar mau jadi apa? well, sedetik kemudian bakal muncul jawaban 'aku mau jadi dokter lah, presiden lah, penyanyi lah, de el el'. sekarang coba tanyakan pada diri kamu sendiri 'mau jadi apa kamu 3 tahun lagi?', berani taruhan gak akan banyak yang bisa langsung jawab dengan cepat, yakin dan selantang anak2 SD Menteng tempat Obama dulu sekolah.

Intinya, semakin mature semakin banyak pertimbangan yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan.

Labil adalah bagian dari menjadi dewasa
Labil menunjukakkan kalo kamu juga make otak ketika ngambil keputusan. tidak asal memilih...

well enough with the bullshit, actually yang sebenernya mau gw tulis disini adalah gw dan kelabilan gw.
gw dan ketidak mampuan gw mengatakan apa yang ada dikepala gw
gw dan suara2 dikepala gw yang berteriak iya tapi mulut gw berkata sebaliknya

fine, I'm not fine! you are finer.

the thing is, I realy like this guy, but when it come to the time I just screw anything. DAMN

Senin, 12 Juli 2010

The Day I lost My Voice


It's sure as the floor 'neath my toes
And somehow not surprised
That I was superimposed, somehow in this life
And if my friends and my foes would just drop me a line, it'd be nice.

You see love is a drink that goes straight to my head
And time is a lover and I'm caught in his stare
And the sentiment there follows me straight to my bed through the night

I've got my life in a suitcase,
I'm ready to run, run, run away..
I've got no time, 'cause I'm always trying to run, run, run away
'Cause everyday it feels like it's only a game.
I've got my life in a suitcase, a suitcase, a suitcase...

What could be an anchor here, with a storm on the rise,
When you never meant to see so clear, when smoke gets in your eyes
And the men in the moon never makes his replies
Understood

I've got my life in a suitcase,
I'm ready to run, run, run away..
I've got no time, 'cause I'm always trying to run, run, run away
'Cause everyday it feels like it's only a game.
I've got my life in a suitcase, a suitcase, a suitcase...

For a moment I was one girl and the world made sense
For a moment in this storm made of consequence

I've got my life in a suitcase,
I'm ready to run, run, run away..
I've got no time, 'cause I'm always trying to run, run, run away
'Cause everyday in it feels like it's only a game.
I've got my life in a suitcase, a suitcase, a suitcase...

Sabtu, 19 Juni 2010

RATzavaganza


this story...hemmm...quiet embarassing.
jadi ceritannya ini lagi minggu sibuk-sibuknya gw dikampus, sibuk bentar lagi mau UAS semester 4 dan sibuk 2 minggu menjelang pementasan kabaret PMKT XVII. baiklah, let the story begin...

kejadian ini terjadi di bulan mei 2010
gw, as you know adalah mahasiswa aktif (Ehem..cuh) yang jarang dirumah, berangkat jam 8 pagi, pulang abis magrib. begitu (hampir) setiap hari. apalagi ditambah persiapan menjelang kabaret PMKT, gw bisa pulang ke rumah jam 1 malem abis latihan. nah beberapa hari ini gw mulai menyadari kehadiran 'makhluk' lain dirumah gw, ini ditandai dengan suara 'grusak-grusuk' diloteng dan sampah yg berceceran dibelakang, baiklah sebelum pikiran kalian udah ngalor ngidul mengaitkan ini dengan hal2 mistis yang gak jelas juntrungannya, gw berkesimpulan bahwa 'makhluk' lain yg memeriahkan rumah gw ini adalah TIKUS. sebenernya sih gw gak terlalu perduli, mengingat gw juga cuman dirumah malem doang klo dihitung2 cuman 8 jam sehari, selebihnya diluar, kuliah, jalan, makan2, foto2, nongkrong2, apapun deh...

jadi gw tidak perduli dengan masalah tikus ini, asal rumah gw bersih aja dan akses tikus ke area dalam rumah gw yang melalui pintu belakang selalu gw tutup, tempat sampahnya juga gw pindahin kedepan jadi gak bisa diacak2 lagi ama tikus di belakang rumah. nah ternyata aksi gw ini membuat si tikus kelabakan karena hilang mata pencaharian dari tempat sampah dan gak bisa masuk ke rumah. As the result, tikus ini melakukan tindakan heroik dengan berlari semakin kencang diloteng rumah gw seperti hewan gila! Jadinya setiap mau tidur, playlist lagu tidur gw berubah total, bukan lagi di suarakan oleh Mocca, the trees and the wild, john legend, jamie cullum, Jstin Bieber, dkk tapi pindah gendre ke bangsanya Justin Bieber (still), Paramore, Fall out Boy, Panic at the Disco, Good night electric, de el el... ini semata-mata gw lakukan untuk meredam bunyi langkah kaki hewan kelaparan yang lari2 diloteng rumah gw.

Short story, pada suatu malam yang apes bagi si tikus. jadi seperti biasa, doi lagi lari digenteng dan gw sedang sleeping beauty diatas kasur Queen size, tiba-tiba ada punyi "Plung" diikuti suara kecipak-kecipuk di bak air kamar mandi. nah pasti kalian bingung, mari mundurkan sedikit cerita kita kebagian deskripsi kamar mandi rumah gw. mungkin dibeberapa rumah, kalian punya bolongan di plafon kamar mandi yang menghubungkan ke gentengkan, dibeberapa rumah, bolongan ini dikasih penutup jadi kalo emang perlu ke loteng, orang rumah tinggal ngebuka baru keatas. nah KEBETULAN sekali yang dirumah gw ini, si bolongannya gak ditutup sodara2. Alhasil, tikus malang yang kalap lari-larian diatas genteng jatuh terjerambab kebawah yang KEBETULAN lagi langsung mengarah pada bak mandi yang sedang berisi air setengah bak mandi. Gw yang saat itu sedang sangat teler kecapean udah bisa menduga kejadian yang terjadi dikamar mandi dan hanya bisa bergumam "sukurin lu tikus kampret!"

besok paginya gw bangun dengan senyum cerah dan berpikir tinggal kedepan manggil satpam minta tolong ngangkatin bangkai tikus dari bak mandi, namun sayang sekali ketika pintu kamar mandi gw buka dan mengeluarkan sedikit suara khas pintu dibuka si Tikus langsung mereaksi kembali seperti baru bangun dari tidur dan kembali berkecipak-kecipuk! Anjrit, tikusnya belom mati! akhirnya gw hilang ide cemerlang, gak mungkin kan ngangkat tikus hidup dari bak yg ada malah dy kabur atau loncat atau melakukan hal2 menjijikan lainnya, maka secepatnya gw menyambar handuk, sikat gigi, sabun, dan pakaian ganti, langsung cabut ke rumah temen gw numpang mandi, buru2 takut telat kuliah jam 10.

gw baru tau, ternyata daya tahan tikus itu lumayan loh! 3 hari terendam di bak berisi setengah tetep kuat ber-kecipak-kecipuk ria, 3 hari juga gw gak masuk kamar mandi selama tau tikusnya masih hidup, 3 hari gw numpang mandi ditempat temen, 3 hari juga toilet kamar mandi tidak gw fungsikan sebagaimana mestinya. Dan akhirnya dihari ke-empat pas banget gw pulang jam 1 pagi dari latihan kabaret gw mendapati Tikus tersebut sudah almarhum mengambang dikamar bak mandi (hoek, masih mules setiap kali gw inget2). sebenernya klo mau ngikutin naluri pemalesan gw yang sedang high banget itu pasti langsung gw tinggalin tidur. Tapi berhubung gw takut jadi bau makanya langsung cepet2 gw ambil gayung air yg lengannya panjang trus gw berusaha mengangkat tikus yang baru gw sadari berbobot cukup besar sebesar anak kucing! proses ngangkatin Tikus ini lumayan lama loh, ada sekitar setengah jam! setiap mau keangkat gw pasti langsung jijik dan ngejatohin lagi tu tikus. habis ngebuang, naluri bersih2 gw belom surut, bak mandi langsung gw keringin trus gw cuci pagi2 buta. alhasil kerjaan gw baru beres jam 3 ditambah gw untuk pertama kali dalam 3 hari mandi dikamar mandi itu disubuh2 hari pula.

Sejujurnya, gak ada hikmah dari cerita gw kali ini. gw jadi pengen nyeritain pengalamn in i soalnya sekarang gw lagi kangen bokap gw! hehehhe
doi sih g pernah geli ama apapun, pas kejadian ini, gw jadi kangen ama bokap gw. abis klo ada dy, jangankan tikus, pernah ada ular masuk rumah gw (bukan yg gw tinggalin sekarang) aja berani ditangkep ama dy! hebat kan bokap gw....hahhaha
gak klimaks yah ceritanya..., yaudah lah. mendapati diri gw seorang diri harus ngangkat tikus segede anak kucing dari bak mandi aja buat gw udah Maximal banget...
:)

Minggu, 13 Juni 2010

Happy birthday Lhya...

21

What is the first thought showed up in your mind when you see this number?
For me, its’ clearly related to a Theatre 21 Cineplex (LOL).
So, yeah hari ini gw berulang tahun yang ke (take a deep breath) 21 (sigh…).
21 tahun, means mature, independent, rational enough to make decisions. Tahun ini beda banget ama 20 tahun sebelumnya..hhahaha
Memasuki usia 21 tahun banyak banget yang pelajarin, gw belajar bahwa untuk mendapatkan hal yang kita inginkan ada hal-hal tertentu juga yang harus kita korbanin, gw belajar bahwa sekeras apapun gw mencoba untuk menjadi (minimal terlihat) baik, orang selalu punya pemikiran negatif tentang kita.
Speaking about 21
This is the peacest birthday I ever had! Bukan karena tahun ini gak ada lilin untuk ditiup, gak ada temen2 gw yang tiba2 muncul dan bikin berisik nyanyi2, gak ada pacar yang ngasih selamat di jam 00.00, gak ada kejutan-kejutan dari adik-adik gw yang tiba-tiba nelpon dan duet nyanyiin happy birthday, gak ada orang tua gw yang telefon nanyain mau kado apa. Not at all…but, I have this feeling. Feeling of relieve…
Sometimes quiet is not that bad
Maybe it’s sound very teen, but yeah sebelum-sebelumnya setiap ulang tahun tepatnya dari tanggal 9juni jam 11.58 till 10 June gw gak bisa tidur deg2an nunguin siapa yang nelepon jam 12 malem, balesin wall orang-orang, menerka-nerka apa yang bakal gw dapet diulang tahun ini dari bokap gw. Sekarang? Gw ketiduran dari jam 10 tanggal 9 dan terbangun jam 8 pagi tanggal 10 dengan kondisi hape di silent, bangun pagi seperti hari-hari sebelumnya, gak sempet masak sarapan spesial ulang tahun karena buru-buru mau kuliah jam 10 (dan ternyata dosennya g dateng), bahkan lupa klo diri sendiri ulang tahun karena kepikiran harus cepet-cepet ke kampus, kuliah, nyiapin kado calon2 DA URS, latihan persembahan buat Prom, dan lain-lain akhirnya gw hampir lupa kalo gw ulang tahun. Hahha
But still, I have list of stuffs I loves to have this year, things to do and achievement, but keep them on my mind and focus on whats infront of me. ;)

21

Mungkin bukan cuma diumur ini, tapi ditahun ini juga bawa banyak banget perubahan dihidup gw. Lebih santai mungkin. Hem, ditahun ini gw bahkan gak buat resolusi tahun baru, diulangtahun gw yang sekarang juga gw gak sempet buat resolusi ulang tahun. Bukan karena resolusi2 yang sebelumnya gak tercapai (mostly they are succed), tapi ditahun ini, I don’t know, I’m tired making plan, mungkin menebak-nebak apa yang akan terjadi asik juga..hahha

-->to be continue
ceritanya belom selesai, sibuk ngurusin hal lain jadi gak sempet diberesin.
:)

Senin, 03 Mei 2010

Do You Read My messages?!



Harusnya sih lagi ngerjain paper OI, but… I’ve been distracting by a short film titled “Kita Tidak Benar-benar Bicara”. Biar gak dibilang plagiarism, gw mau jelasin dulu soal film ini.
Sutradara : Ditta Aprilia (Communication Departement UGM)
Kota : Jogjakarta
Jadi, karena gw orangnya gak suka basa-basi, ngalor ngidul gak jelas, jadi gw certain aja yah. Film ini nyeritain soal sepasang kekasih (Sarah dan Bayu). Mereka udah pacaran selama 5 tahun. Namun sayangnya selama 5 tahun kebersamaan mereka, ternyata mereka gak pernah benar-benar berbicara satu sama lain.
Nah loh bingung kan?
Gak pernah berbicara tapi bisa pacaran sampe 5 tahun.

Mungkin ada beberapa dari lu yang ngak ngerti, oke gw kasih buktinya (hehhe). Seperti yang kita tau, cewek itu makhluk yang kompleks, tipikal pemikir, konservatif, cenderung kaku, dan sulit mengekspresikan perasaannya. Sedangkan cowok adalah kebalikannya, mereka santai dan cenderung selalu berpikir bahwa semuanya dapat dijalani dengan santai dan tanpa beban! Cewek pada umumnya selalu menyampaikan maksud hati mereka secara implicit dan sekali lagi cowok adalah makhluk yang sangat eksplisit! Mereka selalu berpikir ‘Girls, if you want something then speak it loud, write it clear and specifically!’ huh. Ini adalah hal yang wanita paling di benci, wanita ingin agar pria dapat membaca maksud hati mereka tanpa perlu mereka ucapkan lantang dan jelas.
Oke? Uda ngerti?
Sekarang studi kasus yang agak berbeda tapi sering terjadi dikehidupan nyata…(I guess)
Ini yang sering terjadi, disini ada sepasang cowok-cewek yang lagi PDKT the problem is, mereka baru PDKT bentar banget katakanlah baru 2 minggu, as usual cowok pasti ngebet banget pengen cepet-cepet bilang sedangkan cewek biasanya lebih kalem, tenang, banyak pertimbangan akhirnya sampai pada suatu ketika cowok ini menyampaikan perasaannya pada si cewek. Seperti biasa, cowok akan dengan eksplisit mengucapkan ‘gw suka ama lu, mau gak lu jadi pacar gw?’, nah dalam kasus ini si cewek akan mengakui kalau wanita ini juga menyukai cowok ini dengan berkata ‘hmmmm…. Gimana yah Gw juga suka ama lu, TAPI gw belum cukup mengenal lu. Gw butuh waktu”. Jeng jeng jeng….
Pada kondisi ini, kalo cowoknya tolol kayak Bayu (actor dalam film diatas, red) yang gak bisa membaca pesan yang sedang disampaikan, maka pesan itu akan dibaca sebagai “maaf gw gak suka ama lu, pergi aja sana. Gw cuman mencari alesan yang bagus biar lu gak sakit hati ditolak ama gw” dan kemudian cowok yang tersesat dalam jalan pikiran yang pendek ini pun akan meninggalkan si cewek begitu saja, kisah cinta keduanya THE END sebelum lampu bioskop digelapin. Sedangkan klo cowok itu pinteran dikit dan berusaha mikir, maka pesan yang disampaikan cewek itu akan jelas terbaca yaitu “It’s only a mater of time. Just spend more time with me…”. Kenapa gw yakin banget bilang bahwa kemungkinan kedua ini paling masuk akal? Karena si cewek ini dengan dewasanya mengakui bahwa dia juga suka sama cowok itu. FYI, cewek-cewek pasti pada tahan gengsi tuh mao ngaku klo dy juga suka ama cowok yang bersangkutan. Jadi, kalo ada cewek yang bilang “GW JUGA SUKA AMA LU, TAPI gw butuh waktu blah blah blah…” cewek-cewek tipe ini hanya perlu diyakinkan dan ditanyakan kembali dilain waktu. Mereka tidak menutup pintu, tolong bedakan kalo yang mereka ucapkan itu “sorry gw gak bisa…blah blah blah…”

See?
Terlihat kan bedanya

terkadang kita gak bisa melihat 'sesuatu' karena sesuatu itu terlalu jelas terlihat. Tapi terkadang kalau kita berusaha melihat sesuatu dengan lebih menyipitkan mata, 'sesuatu' itu akan terlihat lebih jelas dan indah...